Jadi, aku nulis ini di usu malem2. Di jalannya. You can imagine how creepy it is.
Aku mau cerita tentang rokok.
Aku mulai merokok, agustus 2009, yep. Aku merokok kemaren akrena depresi dan aku pengen nyoba sesuatu yang baru. Entah kenapa, aku ke indomaret, dan rokok yang pertama kali aku beli adalah dji sam soe.
Waktu terus berlanjut. Selama beberapa hari, aku ga kecanduan. Aku juga ga pengen. Tapi makin hari, aku makin sering merokok. Taik. Hahaha.
Jadi, selama akhir 2009, rokok yang kuhisap adalah sam soe, lalu djarum super.
Lucky srike. Lalu marlboro. Duh nyesel banget merokok. Tau ga. Duit habis. Kesehatan ga bagus.
Minggu, 15 Mei 2011
Sabtu, 30 April 2011
curhat
Anak kecil itu duduk. Diam aja. Sepertinya iya sedang memikirkan sesuatu. Sesuatu yang sangat penting, setidaknya baginya.
Ia tetap mencoba duduk tenang, meskipun kakinya sudah gemetaran, dia mengeluarkan keringat cukup banyak juga saat itu. Otaknya bekerja dengan keras, begitu juga badannya. Padalah dia hanya duduk di kelas. Kelas 2B di SD harapan 2 Medan.
Entah apa yang sedang dipikirkannya, tiba2 dia beranjak dari kursi itu, berdiri diantara 40an orang yang sedang duduk. Dia berjalan, sambil menahan sesuatu yang sepertinya menyakitkan dan memalukan.
Ia berkata,'Bu, saya permisi ya.'
Ibu guru mengizinkannya pergi. Anak2 lain di kelas memerhatikannya. Kelas yang semula sunyi senyap berubah menjadi ruangan penuh bisik2 suara2 kecil.
Anak2 itu memerhatikannya dengan seksama, juga dengan tatapan menghina.
Anak itu berjalan di luar kelas, mengenakan seragam SD, dengan nama Rizky Pratama terpampang di dada kanannya. Bajunya tidak rapi.
Setelah berjalan di lorong dengan susah payah, akhirnya anak itu masuk ke sebuah ruangan. Ketika anak itu masuk, bau taik sudah sampai ke hidungnya. Dia ingin menutup hidung, tapi ia mengurungkan keinginannya karena menurutnya hal itu tidak penting.
Ia melihat dua pintu di ruangan itu, pintu yang jorok, dipenuhi bekas2 sesuatu yang tidak jelas asalnya. Dia membuka pintu yang sedikit terbuka, tapi terlambat. Sesuatu yang ditahannya dari tadi sudah jatuh.
Akhirnya ia kembali ke kelas dengan celana basah di bagian kantong kanan. Ia membuka pintu. Dengan muka merah ia duduk kembali ke tempat duduknya. Ia mengeluarkan celana dalam yang basah, yang di beberapa bagian berwarna kecoklatan. Ia sudah berusaha menghilangkan bau celana dalam itu tadi dengan air. Ia memasukkan celana dalam itu ke dalam tasnya yang berwarna pink.
Ia tetap mencoba duduk tenang, meskipun kakinya sudah gemetaran, dia mengeluarkan keringat cukup banyak juga saat itu. Otaknya bekerja dengan keras, begitu juga badannya. Padalah dia hanya duduk di kelas. Kelas 2B di SD harapan 2 Medan.
Entah apa yang sedang dipikirkannya, tiba2 dia beranjak dari kursi itu, berdiri diantara 40an orang yang sedang duduk. Dia berjalan, sambil menahan sesuatu yang sepertinya menyakitkan dan memalukan.
Ia berkata,'Bu, saya permisi ya.'
Ibu guru mengizinkannya pergi. Anak2 lain di kelas memerhatikannya. Kelas yang semula sunyi senyap berubah menjadi ruangan penuh bisik2 suara2 kecil.
Anak2 itu memerhatikannya dengan seksama, juga dengan tatapan menghina.
Anak itu berjalan di luar kelas, mengenakan seragam SD, dengan nama Rizky Pratama terpampang di dada kanannya. Bajunya tidak rapi.
Setelah berjalan di lorong dengan susah payah, akhirnya anak itu masuk ke sebuah ruangan. Ketika anak itu masuk, bau taik sudah sampai ke hidungnya. Dia ingin menutup hidung, tapi ia mengurungkan keinginannya karena menurutnya hal itu tidak penting.
Ia melihat dua pintu di ruangan itu, pintu yang jorok, dipenuhi bekas2 sesuatu yang tidak jelas asalnya. Dia membuka pintu yang sedikit terbuka, tapi terlambat. Sesuatu yang ditahannya dari tadi sudah jatuh.
Akhirnya ia kembali ke kelas dengan celana basah di bagian kantong kanan. Ia membuka pintu. Dengan muka merah ia duduk kembali ke tempat duduknya. Ia mengeluarkan celana dalam yang basah, yang di beberapa bagian berwarna kecoklatan. Ia sudah berusaha menghilangkan bau celana dalam itu tadi dengan air. Ia memasukkan celana dalam itu ke dalam tasnya yang berwarna pink.
Jumat, 29 April 2011
kekerasan
apa sih gunanya kekerasan?
Apakah ada gunanya menurutmu?
Menurutku ga ada gunanya. Sama sekali ga nyelesain masalah.
Tapi bagus untuk melampiaskan emosi.
Sebagian orang melakukan tindak kekerasan untuk melampiaskan egonya. Entah untuk apa. Apakah gara2 ingin menunjukkan status sosialnya (kalo gara2 alasan ini, biasanya dia ajak tukang pukul untuk nemenin dia) atau membela apa yang menurut dia bener, ato membela apa yang dibener2innya (alasan ini paok banget deh).
Apakah cara itu efektif? Tidak, selalu ada kemungkinan terburuk. Maksudnya oke, selalu ada pembalasan untuk setiap perbuatan dosa-kali ini ya kekerasan.
Contohnya, dia bakalan kenak ke polisi-walopun ini ga akan mempan ama orang yang punya koneksi luar biasa bagus ato duit banyak. Kontol.
Ato orang yang dijadikannya objek itu balas dendam. Ato ada FAKtor2 lain, sehingga dia kek kebawa sial.
Yang paling asik ditunggu adalah, setiap orang jahat itu selalu kalah, kebaikan selalu menang, kayak yang bisa ko pelajari dari pilem power rangers.
Tapi kalo aku sih sebenernya memaklumi adanya kekerasan. Jika,
1. Dilakukan dengan adil.
Ya kek betumbok satu lawan satu. Sama2 ga pake alat. Jadi kan kek bener2 gentleman. Jadi semuanya dikelarin disitu. Gada intervensi orang lain. Gada perpanjangan masalah.gada petir(ha?). Tapi cara ini harus dilakukan dengan jujur, ga boleh curang.
2. Berantam lah kalo diajak luan
Maksudnya tuh, bukan kau yang cari gara2 tol.jadi kayak kau mempertahani apa yang kau punya. Kan itu namanya self defense. Ya sah2 aja menurut aku. Pokoknya yg penting tuh ko jangan jadi orang jahatnya lah.
Aku adaalah orang yang percaya bahwa kebenaran pasti menang. Jadi orang jahat, ato yang buat salah dengan sengaja pasti kalah. Inilah akibat banyak membaca dari kecil. Jadi aku kek naif gini orangnya. Hahaha.
Ini saran dari aku. Terima ato ga itu terserah kau yang baca.
Apakah ada gunanya menurutmu?
Menurutku ga ada gunanya. Sama sekali ga nyelesain masalah.
Tapi bagus untuk melampiaskan emosi.
Sebagian orang melakukan tindak kekerasan untuk melampiaskan egonya. Entah untuk apa. Apakah gara2 ingin menunjukkan status sosialnya (kalo gara2 alasan ini, biasanya dia ajak tukang pukul untuk nemenin dia) atau membela apa yang menurut dia bener, ato membela apa yang dibener2innya (alasan ini paok banget deh).
Apakah cara itu efektif? Tidak, selalu ada kemungkinan terburuk. Maksudnya oke, selalu ada pembalasan untuk setiap perbuatan dosa-kali ini ya kekerasan.
Contohnya, dia bakalan kenak ke polisi-walopun ini ga akan mempan ama orang yang punya koneksi luar biasa bagus ato duit banyak. Kontol.
Ato orang yang dijadikannya objek itu balas dendam. Ato ada FAKtor2 lain, sehingga dia kek kebawa sial.
Yang paling asik ditunggu adalah, setiap orang jahat itu selalu kalah, kebaikan selalu menang, kayak yang bisa ko pelajari dari pilem power rangers.
Tapi kalo aku sih sebenernya memaklumi adanya kekerasan. Jika,
1. Dilakukan dengan adil.
Ya kek betumbok satu lawan satu. Sama2 ga pake alat. Jadi kan kek bener2 gentleman. Jadi semuanya dikelarin disitu. Gada intervensi orang lain. Gada perpanjangan masalah.gada petir(ha?). Tapi cara ini harus dilakukan dengan jujur, ga boleh curang.
2. Berantam lah kalo diajak luan
Maksudnya tuh, bukan kau yang cari gara2 tol.jadi kayak kau mempertahani apa yang kau punya. Kan itu namanya self defense. Ya sah2 aja menurut aku. Pokoknya yg penting tuh ko jangan jadi orang jahatnya lah.
Aku adaalah orang yang percaya bahwa kebenaran pasti menang. Jadi orang jahat, ato yang buat salah dengan sengaja pasti kalah. Inilah akibat banyak membaca dari kecil. Jadi aku kek naif gini orangnya. Hahaha.
Ini saran dari aku. Terima ato ga itu terserah kau yang baca.
Langganan:
Postingan (Atom)